Check out my Slide Show!
Ditulis dalam Uncategorized
Selamat Tahun Baru 2009
Selamat pagi dunia, semangat tahun baru 2009. Tahun ini harus dimulai dengan semangat. Sebab tantangan saat ini dan kedepan akan sangat berat. Tidak ada seorang pun pakar yang memprediksi tahun ini dengan penuh optimisme. Untuk memenangkan kehidupan yang penuh dengan persaingan kita harus kerja keras dan penuh semangat. Namun tetap menjaga nilai2 religius sebagai alat kontrol dan keseimbangan.
Ditulis dalam Uncategorized
Catatan Akhir Tahun 2008
Tahun 2008 segera beakhir. Selamat datang tahun baru 2009. Banyak orang memprediksi tahun depan masih dipenuhi dengan berbagai krisis, sebagai dampak krisis global yang bergulir sejak beberapa bulan lalu. PHK akan mencapai puncak pada pertengahan tahun depan! Berarti akan banyak perusahaan tutup alias bangkrut. Begitulah yang selalu saya baca di media.
Semoga apa yang ditulis di media dapat diatasi oleh para petinggi di negeri ini. Pemilu sebentar lagi, suhu perpolitikan meningkat. Para opportunis politik sudah menyingsingkan lengan baju. Menjual janji dengan penuh semangat namun penuh kebohongan. Para politisi dan pegawai tinggi berikrar sumpah setia majukan negeri. Anti korupsi
Biarlah para politisi dan pegawai tinggi sibuk dengan urusan politik. Saya sedang menyiapkan pesta. Pagi tadi saya ke pasar dengan isteri beli ikan, udang dan sedikit sayuran untuk pesta menyambut tahun baru 2009. Tidak lupa beli terompet! Terompet kemenangan di tahun 2009! Semoga.
Ditulis dalam Uncategorized
Sukses Dengan Melayani
(Untuk teman seperjuangan di Padang dan yang akan berjuang di Kupang)
Beberapa saat lalu saya mendapat pertanyaan dari kawan di Padang. Apa saja kiat sukses dalam bekerja? Begitulah kira-kira hal yang ditanyakan.
Kami bekerja di sebuah perusahaan Multi Nasional yang bergerak dalam bidang distribusi.
Persaingan dalam era kehidupan semakin komplek. Apalagi kompetisi dalam dunia bisnis, semakin menuntut adanya peningkatan kualitas dalam pelayanan, bila kita ingin bertahan dalam persaingan. Semua perusahaan tidak mengijinkan lagi seorang karyawan sebagai bagian dari perusahaan untuk tidak memberikan pelayanan dengan baik. Setiap karyawan merupakan bagian dari keunggulan organisasi perusahaan, sehingga harus berorientasi pada customer focus untuk memberikan kepuasan pelanggan.
Bila kita perhatikan, setiap perusahaan besar mempunyai kunci prestasi sehingga mereka bisa bertahan ditengah maraknya persaingan. Pada umumnya salah satu kunci prestasi terpenting dalam kesuksesan sebuah perusahaan adalah kesediaan untuk melayani pelanggannya. Perusahaan yang senantiasa mau mendengarkan dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan konsumen niscaya akan lebih mudah dalam meraih dan mempertahankan kesuksesannya. Maka sudah tepat bila perusahaan kita mengangkat tema kepuasan pelanggan menjadi bagian penting dalam beberapa tahun ini.
Paradigma melayani sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru, karena sering diajarkan oleh orang tua kita. Namun akan lebih baik lagi bila kita bisa memiliki hati yang mau melayani.
Mungkin beberapa tips berikut dapat dipertimbangkan :
1.Pekerjaan adalah ibadah
Setiap apa yang kita kerjakan dalam kehidupan hanyalah untuk mengabdi kepada Allah, Sang Pemilik Kehidupan, dan pelayanan kepada orang lain. Dengan kesadaran ini, maka pekerjaan adalah bagian dari ibadah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah dan kepada orang lain.
Memiliki kesadaran memandang pekerjaan sebagai bagian dari ibadah dapat memberikan keikhlasan hati untuk senantiasa melayani orang lain dengan baik. Apakah itu pelanggan, teman-teman, bos dan pemimpin kita. Dengan demikian orang lain akan memberikan apresiasi terhadap apa yang kita lakukan. Kalau hal ini dilakukan dengan penuh kesadaran hati dan disiplin, inilah modal bagi kesuksesan kita.
2.Kesempatan Membantu Orang Lain
Sebagai rasa syukur terhadap kehidupan, kita harus menggunakan kesempatan untuk membantu orang lain, bukan hanya untuk diri kita sendiri saja.Salah satu keindahan dalam hidup adalah saat kita dibutuhkan orang lain. Semakin banyak manfaat yang kita bagikan kepada orang lain menjadikan hidup kita lebih bermakna.
3.Menanam Kebaikan
Kalau kita menaburkan benih kebaikan, maka kita akan memanen hasil kebaikan. Kalau kita menebarkan pelayanan, maka kita akan menuai kemudahan dalam kehidupan. Begitulah sebaliknya.
Banyak orang kurang menyadari, kalau rejeki yang kita peroleh sesungguhnya melalui orang lain.Oleh karenanya sudah sewajarnya bila apa yang kita peroleh sebagian dibagikan bagi orang lain.
Sebagai karyawan, sesungguhnya gaji yang kita peroleh itu berasal dari para pelanggan, bukan dari sang pemilik atau pimpinan perusahaan. Maka penting memiliki kesadaran untuk memperhatikan suara dan keluhan pelanggan. Dengan memperlakukan mereka secara baik dan memuasakan, maka perusahaan akan menuai keuntungan, yang akhirnya dapat menghidupi perusahaan dan karyawannya.
Ditulis dalam Pengetahuan, Uncategorized
Bisnis Yang Santun
Bahwa berbisnis adalah jalan yang kita pilih untuk dapat menjadikan kita sebagai orang yang mulia. Hendaknya dalam berbisnis jangan hanya bertujuan untuk meraih keuntungan materi semata namun lebih dari itu.
Keuntungan dalam berbisnis sangat penting. Meski demikian keuntungan bukanlah tujuan akhir dalam bisnis. Sebaiknya keuntungan dipandang sebagai sarana memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain. Dengan kata lain mereka memiliki keinginan memperkaya harta dan jiwanya secara seimbang. Sehingga aktifitas bisnis dipandang sebagai bagian dari ibadah, yang dibarengi dengan pertimbangan nilai-nilai etika, moralitas dan hati nurani.
Namun seringkali kita tidak menyadari bahwa sesungguhnya nilai keuntungan itu bukan semata-mata diukur dari besarnya materi/uang yang dibukukan. Kecenderungan kita melakukan berbagai cara asalkan dapat mendatangkan materi. Akibatnya dengan mudah mengabaikan nilai-nilai spiritual dalam hatinya, demi meraih keuntungan bisnis. Hal inilah yang menjadikan banyak orang kehilangan makna kesuksesan. Keberhasilan usaha dan harta yang dimilikinya tidak memberikan nilai tambah bagi kemuliaan dan kebahagiaan.
Saya teringat dengan pakar kelirumologi Jaya Suprana. Beliau mempunyai pedoman dalam bekerja dengan motto 5 i , yaitu :
1. Informasi
Sebelum kita melakukan aktifitas perlu menggali berbagai informasi untuk membuat perencanaan
2. Intelektual
Dengan intelektual kita olah sumber informasi agar menjadi sebuah rumusan yang lebih sederhana dan dapat di aplikasikan
3. Intuisi
Selain itu kita perlu juga menggunakan intuisi kita agar lebih memberikan jiwa pada apa yang akan kita kerjakan
4. Implementasi
Nah setelah beres kita tinggal meng-implementasi-kan semua rencana yang sudah kita buat tsb.
Bila semua ke-4 sudah kita kerjakan, jangan lupa terhadap i – yang ke 5 yaitu….Insya Allah, mudah2an Tuhan mengabulkan.
Ditulis dalam Pengetahuan, Uncategorized | Tag:Bisnis Yg santun
Stop Rokok….Stop Tembakau !
BERHENTI MEROKOK
(Pengalaman menjadi seorang perokok berat….)
Saya mulai merokok sekitar tahun 1977. Awalnya dari coba-coba, kemudian ketagihan. Sehingga mulai saat itulah menjadi perokok aktif. Sebenarnya hal tsb merupakan suatu aktifitas yang konyol.
Betapa tidak, saat itu masih sekolah, belum punya penghasilan serta uang saku sangat tidak mencukupi sebagai seorang perokok !
Pada masa sekolah dengan uang yang sangat pas2an awalnya beli rokok ketengan, kecuali malam minggu dapat uang saku lebih dari ortu baru bisa beli rokok sebungkus (jarang terjadi). Saat menikmati rokok belum berani di depan ortu, masih curi2 tempat dan waktu. Kenikmatan merokok sangat dirasakan terutama sesudah makan.
Saat sudah kerja, masa inilah saya benar2 merasakan nikmatnya merokok. Rokok dapat dibeli setiap saat, tanpa harus minta dari ortu. Merokok di depan ortu bukan masalah lagi. Walaupun beberapa kali dinasihati agar berhenti atau setidak-tidaknya mengurangi merokok.
Pada saat sudah berkeluarga dan punya anak aktifitas merokok tetap berlanjut. Bahkan cenderung merokok lebih banyak. Sehari menghabiskan rokok kretek berfilter 2 – 3 bungkus (per bungkus 12 batang rokok). Protes dari anak2 saya menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Apalagi usia semakin tua, kondisi kesehatan tidak seperti dulu.
Tidak terasa….sudah 30 tahun saya menjadi pecandu rokok !
Tepatnya tanggal 1 November 2007, dengan tekad bulat saya :
Stop merokok!
Stop tembakau !
Semua bisa dilakukan karena tekat dan niat!
Seminggu pertama tanpa rokok, badan lemas. Tidur malam lebih cepat, jam 7 malam sudah tidur. Namun jam 1 (satu) pagi terbangun. Tiap pagi minum susu segelas. Kerja bawa bekel cukup banyak (makanan ringan, permen).
Saat ini sudah satu tahun lebih tanpa rokok! Badan lebih sehat, memang menjadi lebih gemuk.
Ditulis dalam Umum, Uncategorized
Kekuatan Doa
Surat pengunduran diri sudah saya sampaikan. Tentu saja isteri shock! Anak umur sekitar 5 tahun, sekolah di TK. Fasilitas mobil yang selama ini dinikmati harus ditarik (diuangkan kembali, karena system car loan) company.
“Kita orang beriman! Untuk apa menangis terlampau lama? Apa yang kamu tangisi? Mobil yang sudah dijual? Atau menangisi nasib kita?” Kembali saya mengingatkan isteri pada masa2 saat kami berikrar hidup bersama. Modal saya saat itu hanya vespa (itupun inventaris kantor). Namun bila yang ditangisi isteri adalah nasib, tanpa pekerjaan atau tidak berpenghasilan, janganlah putus asa!
“Daripada meratapi nasib lebih baik segera mandi, wudlu, kemudian sholat! Doakan suamimu agar segera dapat pekerjaan!” Lalu isteri saya segera beranjak untuk mandi, wudlu kemudian sholat!
Sembilan hari kemudian doa kami dikabulkan Allah SWT. Saya mendapat kepastian diterima bekerja.
“Terimakasih ya Allah, Engkau telah memberikan isteri yang terbaik untukku”
Ditulis dalam Narsis, Uncategorized
Rindu pada Almarhumah Ibu
Kepercayaan :
Masih ingat waktu kita masih kecil, sekitar klas 3 – 4 Sekolah Dasar? Pada saat usia sekitar itu saya sering disuruh bantu Ibu untuk membelikan sesuatu di warung ujung gang. Sesuai permintaan Ibu biasanya saya disuruh beli kebutuhan dapur, gula, beras, garam, minyak tanah maupun bumbu dapur dll.
Setelah belanja biasanya ada saja sisa uang, namun segera saya kembalikan pada Ibu. Setelah saya kembalikan namun saya minta lagi karena ada sesuatu yang harus dibeli (entah jajan atau sekedar beli permen), saya akan meminta pada Ibu atas sisa uang belanjaan tadi. Seperti biasanya Ibu akan memberikan dengan perasaan lebih senang (ikhlas).
Rupanya kebiasaan yang nampaknya sederhana berdampak cukup baik. Terbukti pada saat minta uang jajan, biasanya saya diperbolehkan ambil uang sendiri di dompet Ibu, tentunya atas persetujuan Ibu. Namun tidak yang terjadi pada kakak saya. Ibu akan memberikan uang tsb setelah beliau mengambilkan yang dibutuhkan, kakak tidak diperbolehkan ambil sendiri dari dompet Ibu !
Kebiasaan kakak saya, setiap ada sisa uang belanja, saat disuruh Ibu ke warung, biasanya digunakan untuk jajan, semisal masih ada sisa baru dikembalikan pada Ibu! Peristiwa tsb sangat membekas.
Hemat :
Dulu ada penjual es lilin keliling, maklum kulkas masih sangat langka. Dalam sehari 3 sampai 4 penjual berkeliling didepan rumah dengan kliningan yang khas bunyinya.
Suatu hari saya merengek minta uang pada Ibu, untuk beli es lilin. Namun Ibu tidak memberi saya uang, menolak membelikan dengan alasan “kalau kebanyakan makan es nanti batuk!”. Karena Ibu berkeyakinan bahwa es lilin yang dijual umumnya tidak higienis dan dapat menyebabkan batuk. Tentu saja saya menangis karena tidak dibelikan es. Padahal penjual es-nya berjalan cukup perlahan, menunggu keputusan Ibuku siapa tau berubah jadi beli mendengar tangisku. Rupanya keputusan Ibu tetap tidak mau membelikan es!
Demikian penjual es lilin berlalu sehingga tidak nampak lagi oleh kami. Tiba2 Ibu memberi saya uang! Namun saya tidak dapat beli es lilin, karena sudah berlalu.
Saya sadari hingga kini bahwa Ibu telah mengajarkan untuk tidak membelanjakan sesuatu yang tidak perlu ! Berhemat !
Ditulis dalam Narsis, Uncategorized
Ali Alatas Meninggal
Indonesia kehilangan seorang Diplomat ulung, Ali Alatas. Telah wafat pada pukul 07.30 di Mount Elizabeth Hospital, Singapura, Kamis 11 Desember 2008.
Selama dua dasawarsa Ali Alatas telah menunjukan kehandalannya sebagai seorang diplomat yang dikenal dunia. Sebagai bukti kehandalannya pernah dinominasikan menjadi sekjen PBB pada 1996.
Selamat jalan Alex (demikian dia akrab disapa). Semoga Allah SWT menempatkanmu di tempat terbaik di akhirat. Amin
Ditulis dalam Umum, Uncategorized
Konsep Dasar Bisnis
Konon orang bilang, bila kita mempunyai keinginan berbisnis mulailah dari sekarang juga ! Padahal sudah tentu bahwa kita harus mempersiapkan hal tsb dengan konsep atau perencanaan yang baik. Akan lebih baik lagi bila konsep yang kita buat berbeda dari konsep yang ada. Namun tidak perlu rumit dan sulit dijangkau atau dijalankan. Buatlah konsep dengan pendekatan yang sederhana namun langsung menuju pemecahan masalah, sehingga produk atau jasa mudah diterima oleh pasar .
Banyak pertanyaan timbul saat membuat konsep bisnis. Siapa target pasar ? Berapa besaran pasar yang akan kita raih ? Berapa margin yang baik agar produk dapat diterima oleh pasar ? Bagaimana kondisi pesaing kita ?
Sudah tentu diperlukan kejelian kita sebagai calon pebisnis agar produk atau jasa yang kita jual dapat diterima pasar.
Ada beberapa type para pebisnis :
Early Birds .
Tipe seperti ini sudah memproyeksikan dirinya sejak dari sekolah berkeinginan menjadi enterpreneur.Maka bagi mereka, siap tidak siap nantinya setelah selesai bersekolah, mereka tidak ingin bekerja pada orang lain, tapi sebaliknya berkeinginan besar menjadi pemberi kerja .
Sungguh sangat indah bila banyak para enterpreneur berumur sejak belasan tahun atau setingkat SMP maupun SMU.
Smooth Lander .
Mereka adalah para profesional yang terus mengasah kemampuannya, sembari meniti karir ke jenjang yang setinggi-tingginya. Mereka menantikan peluang emas di mana para pemodal mau memberi mereka kesempatan untuk menjalankan sebuah bisnis.
Amphibi
Mereka adalah para profesional muda yang penuh dengan semangat, tapi cukup berhati-hati dalam menjalani petualangan bisnis. Segera setelah berbagai kebutuhan dasar terpenuhi, mereka mulai melakukan berbagai bentuk gerilya. Mulai dari yang kurang mulus seperti ngobyek atau mencuri waktu dan kesempatan, atau yang cukup elegan dengan mulai membangun bisnis rumahan, bisnis online, atau bisnis jaringan. Mereka mungkin membiayai keluarganya untuk mengoperasikan sebuah bisnis pemula. Mereka juga mungkin membuka kios atau memanfaatkan garasi rumahnya. Mereka juga mungkin membangun aliansi dengan teman sekerja, mendirikan perusahaan baru yang belum diterjuninya secara total.
Free Diver .
Yang ini adalah benar-benar petualang. Mereka tak terlalu peduli tentang keamanan posisi cadangan dan sumber daya. Mereka benar-benar mengandalkan impian dan kekuatan kemauan. Mereka hanya tahu satu hal, yaitu keinginan, cita-cita, atau obsesi dan idealisme mereka.
Ships Burner .
Mereka adalah orang-orang yang sejak dini telah membaktikan hidupnya untuk dunia bisnis. Bisa jadi, mereka bahkan tidak pernah mengenyam bangku pendidikan formal. Sekolah mereka adalah dunia bisnis yang nyata. Mereka bergerak dan mengoperasikan bisnis demi bisnis. Jika sebuah bisnis belum berjalan sesuai harapan, mereka tak akan segan meninggalkannya dan menerjuni dunia bisnis yang lain, sekalipun dunia bisnis baru itu masih cukup gelap bagi mereka. Jika sebuah bisnis ternyata membawa kebangkrutan atau tidak berkembang, setelah merasa cukup berupaya menyelamatkannya, dan itu tidak dianggap berhasil, mereka tak akan segan-segan “membakar” kapal mereka. Mereka akan membangun kapal yang baru, dan segera mengarungi samudera kembali.
Slow Surfer .
Mereka adalah para pebisnis yang meyakini peribahasa “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”. Mereka tidak ragu membangun bisnis yang dianggap orang lain kecil atau remeh. Mereka lebih berfokus pada pola pembelajaran. Mereka meyakini bahwa sekecil apapun itu, jika ditekuni pasti akan membawa hasil.
Revolusionist
Mereka adalah orang-orang yang sedikit banyak punya jiwa penjudi (dalam konteks positif tentu saja). Mereka meyakini yang satu ini: “Hanya diperlukan satu kesuksesan, untuk menciptakan rentetan kesuksesan sampai tujuh turunan”.
Manakah dari berbagai tipe diatas yang refleksikan pada diri Anda? Jika Anda telah menemukan yang mana tipe Anda, maka mulailah melakukan modelling dengan konsep ATM. Amati, Tiru, Modifikasi. Semua tipe-tipe entrepreneur di atas bukanlah harga mati. Sebab Anda, sangat mungkin menemukan dan mengembangkan tipe dan cara Anda sendiri, untuk menjadi pebisnis yang sejati
Ditulis dalam Pengetahuan

